Thursday, April 17, 2008

Anya dan Koji


Kemarin waktu nelpon adikku, dia bilang dia abis ngliat tas bayi di Darmawangsa. Katanya dia lagi pengin tas bayi yang bisa dikasi foto gitu ala Anya hindmarch (Inggris). Terus tadi aku iseng iseng browsing ngliat toko tas yang dibilang adikku di darmawangsa namanya Dtush. Lumayan lucu si, harganya juga lumayan.

Terus abis gitu aku juga ngliat ada yang njual tas Anya Hindmarch tembakan (lupa nama blognya, banyak banget si) yang hebatnya mereka berani jual harga murah bahkan bisa bikin pesanan dari foto foto costumernya. Kualitasnya nggak tau.

Jadinya pengin ngliat situsnya Anya Hindmarch *klik aja kalau pengin liat*, ngliat ngliat lumayan juga, terus aku bandingin ama merk Koji dari Hongkong( katanya tokonya si udah ada di Singapore, malah 3 tahun yang lalu aku nemu tas itu di Mangdu, tapi yang jual cuma 2 toko yang dimliki 1 orang, bagus aku liat, nggak murahan). Hasil dari perbandingan itu emang lebih unggul Koji *klik aja kalau pengin liat*karena dengan harga yang hampir sama dia bisa ngasi dari kulit, sedangkan di Anya Hinmarch cuma ada 2 pilihan dari satin atau canvas. Cuma walaupun lebih murah, tetep aja lebih mahal, karena kalau kita pesen pake foto kita, paling juga selisihnya nggak sampai 1 juta. Kalau si Anya 3 jutaan sekian, kalau Koji yang kulit 2 juataan sekian. tetep aja jatuhnya mahal. Sebenarnya pengin juga si, pasang foto si mas waktu masih baby. Tapi boo....*lirik kanan kiri, mendeteksi keberadaan papa*

(Gambar diatas Photo Bag dari Koji)

Bisa bisa papa bilang," Ya ampun ma, tas lagi buat apaan si ma?". Dan aku pasti juga bakal bilang,"Iya, buat apaan ya pa ?" sambil nggrundel cuma liat aja kok nggak boleh.

Walaupun ditolak dalam imajinasiku ternyata tetep aja sakit ya.

Maafkan aku

Suka kesel sama diri sendiri. Kenapa ya aku kalau tentang orang lain kok bisa concern banget.

Kadang kadang ngrasa nggak adil, kalau denger ada masalah di kelurgaku sendiri, yang notabene yang karena mereka aku ada, aku tau setelah semuanya terjadi, dan hebatnya mereka, mereka mencoba nyelesain semuanya sendiri. Karena mereka nggak mau anak anaknya kepikiran.

Tapi ya, siapa aku ini. Anak kok nggak ngerti dan nggak bisa bantu apa apa. Padahal mereka denger suaraku dan anakku baik baik saja , itu udah lebih dari cukup buat mereka, nggak jarang sampai nangis saking senengnya ndengerin anakku cerita sama mereka lewat telpon, dengan bahasa Indonesianya (Izhhar) yang acak kadut.

Buat Bapak, cepat sembuh ya pak. Izhhar pengin dijenggotin.
Buat Ibu, yang tegar, kaya biasanya. Jaga kesehatannya.
Buat Mas Deddy, terima kasih. Aku bersyukur banget mas Deddy tinggal di dekat bapak ibu.
Buat Diana. Adikku yang selalu menjadi benteng buat semuanya. Yang selalu 'menyediakan bahunya' buat sandaran keluarganya. Keep Tough, sis !
Buat Deni, adikku yang selalu sabar menjaga keluarga kita.
Buat Feri, terus berjuang ya! Terima kasih sekali udah njagain bapak ibu.

Buat semuanya, yang aku pernah lakukan buat keluarga nggak akan bisa dibandingkan dengan pengorbanan yang telah kalian lakuin. You all are the Best !


Tunggu aku !!!

Masalah Menjelang

Kenapa ya rasanya semuanya jadi kacau, nggak kaya apa yang aku planning dan ingini. Rencana awal buat pulang lebih cepat ternyata tidak bisa, jadi kita harus pulang sesuai jadwal tanggal 18 Juli, kebayang sibuknya entar, 18 siang papa musti wisuda, otomatis kita baru bisa terbang malemnya *Untuk jurusan dia emang paling akhir tanggal segitu*.

Semakin kacau lagi kalau inget, katanya di Indonesia tahun ajaran baru dimulai tanggal 14 Juli, aduh gimana nasib anakku ya? Padahal kalau bisa pulang lebih cepat kita bisa kejar kekurangannya pakai les les tambahan, kalau kaya gini .........

Belum lagi masalah rumah, rumah di Cibubur pastinya berantakan banget, udah 2 tahun kosong gitu lo, barang barangnya juga pasti banyak yang udah rusak atau ancur (Waktu sebelum berangkat masih banyak barang barang kita yang belum dibongkar dari petinya sejak pindah dari Medan).

Tambah lagi target keuangan yang kita planning, nggak kecapai karna banyaknya masalah yang harus membuat kita merelakan tabungan, belum lagi sempat 'kehilangan' setahun lebih pendapatan, benar benar mengikis habis tabungan kita *bayangin nya pake kurs dollar ya*

Belum lagi Safe Deposit Box yang udah mau Due Date bulan Juni * I Have no idea*.
At least kalau ada sinar terang dari sini, aku udah bisa ngambil langkah buat sekolah anakku.

Tuesday, April 15, 2008

Anakku



Dulu ketika aku menyadari kalau aku hamil, ada sedikit rasa kaget, karena sejak pacaran aku dan suamiku pacaran jarak jauh, cuma sebulan sekali ketemu (kadang juga lebih), makanya aku udah niat buat pacaran legal dulu setelah nikah (maksudnya nunda kehamilan). Tapi ternyata Tuhan berkehendak lain, 2 bulan setelah nikah, aku diberi kehamilan.

Tapi kekagetan itu hanya sesaat, diganti dengan kebahagian dan excited. Setelah masa ngidam selama 4 bulan yang memabukkan, akhirnya aku bisa ngoboy lagi. Sampai akhirnya menjelang persalinan. Jujur karena anak pertama, ada rasa khawatir, ketakutan. Mana pada saat itu suamiku sudah dipindah tugas ke Medan, jadi aku harus tinggal sementara di rumah orangtuaku. Karena kalau aku nekat ikut suamiku akan sangat sulit, karena aku dan suamiku tidak punya saudara sama sekali di Medan.

Proses persalinan terbilang sulit, karena aku harus melewati pembukaan 2 selama 2 hari, setelah tahapan induksi untuk memaksa pembukaan yang sempurna (10), bayiku masih juga belum bisa lahir, even sudah divakum sekalipun. Akhirnya setelah 5 jam berjuang di ruang bersalin, akhirnya aku masuk OR, ceasar. Aku harus dioperasi. Dan karena kondisiku sudah sangat lemah, plus hambir selama 2 hari aku nggak mau makan sama sekali, cuma minum air putih, akhirnya kondisiku sangat down. Sehingga dokter memutuskan untuk bius total.

Akhirnya lahirlah anakku, anak lelakiku yang paling aku banggakan dan cintai (aku sadar bahwa kita tidak boleh mencintai sesuatu atau manusia secara berlebihan). Anakku yang Alhamdulillah, tumbuh dengan sangat sehat, lincah dan cerdas. Bagi kami semua kehadiran anakku seperti berkah yang sangat mahal, itu adalah hadiah yang diberikan padaku yang paling indah.

Walaupun kami sudah menjadi orangtua, tetap saja kami ini manusia, harus terus belajar, bahkan nggak jarang kami harusbelajar dari anak kami.

Anak itu sekarang sudah hampir 7 tahun. Ternyata waktu cepat sekali berjalan. Dan seperti umumnya orangtua kadang kadang aku masih menganggap kalau anakku masih sangat kecil, sangat bayi, sampai akhirnya aku tersadar akan protes dia. Aku lupa kalau anakku sudah tumbuh, dia punya keinginan, dia punya perasaan, sekarang dia tidak cuma butuh susu, atau popok atau pelukan. Tapi lebih dari itu selain perlindungan sekarang dia juga butuh.....kepercayaan

Anak itu yang justru sangat manja ketika kami sedang senang, dan sangat menyemangati kami dengan ketegarannya ketika kami susah.

Terimakasih Izhhar, Semoga kamu menjadi anak sholeh yang berguna bagi sesama dan Agama.

Sunday, April 13, 2008

Capek Gengsi

Aku sendiri pernah mengalami tahapan seperti itu. Nggak tau kenapa banyak dari sifat gengsianku sudah terbang entah kemana. Aku menyadari banget, kita nggak akan bisa bertahan hanya dengan gengsi kita.

Buat aku bohong aja kalau gengsi setinggi langit, tapi masih juga kita nggantungin diri ke orang lain.

Sampai sekarang aku bangga sekali menjadi ibu rumah tangga yang membesarkan anakku dengan tanganku sendiri, aku sangat bangga pergi ke pasar yang becek dan panas, aku juga bangga kalau bisa mendapatkan sesuatu yang sangat dibutuhkan oleh keluargaku dengan harga sangat murah.

Aku juga sangat bangga, waktu aku bisa kerja disini, pekerjaan yang notabene lebih rendah daripada pegawai pabrik. Perasaanku meluap sedemikian rupa ketika aku berhasil menjual masakanku dengan gemilang.

Dan aku akan dengan bangga menceritakan pada anakku dan cucuku bila waktunya tiba kelak.

Satu yang paling penting adalah aku bangga sekali dengan sikapku dan aku tidak berniat menjual harga diriku demi bisa tergantung gratis dengan orang lain.

Dan itu adalah kebanggaanku, semasih tidak merugikan , tidak menyakiti oranglain.

Terima kasih atas hujatan, pujian, caci maki dan sindiran dari orang. Aku hanya bisa berterima kasih saja. Karena aku nggak akan bisa memuaskan keinginan mereka kan. Sulit sekali semuaskan orang orang yang cuma akan bertepuk tangan kalau kita jatuh.

Belanja Souvenir

Kemarin akhirnya pergi ke Gold Coast bareng ama temen yang juga pengin kesana. Berangkat udah agak sore. Tujuan utama Belanja Souvenir. Kebetulan di Surfer Paradise banyak toko toko souvenir yang harganya bisa separo dari harga di Brisbane. Akhirnya belanjalah kita beberap jaket australia buat keponakan, ama 4 biji boneka koala kecil buat sendiri, total, jendral.....$ 145..weleh!!! Bablas sudah uang. Tapi nggak papa lah, dicicil buat oleh oleh keluarga *Inget ya pa, abis ini makan bubur kita!!!*

Abis itu makan beli Pizza, di belakang Hard Rock kebetulan ada Pizza orang Italia, mantabb!!!!! banget Pizzanya, $ 12 , dapet yang large, semua orang bisa makan. Rasanya nggak kaya Dominos (yang ini Pizza yang paling ngetop disini, Pizza Hut nggak terlalu laku disini kalah ama Dominos). Makannya.... Di pasir pinggir pantai, dingin sih tapi nikmat. Maklum udah malem jam 8.30.

Habis itu pulang, ampe rumah jam 11 an something *Nggak inget*. Langsung tidor.

Nggak penting ya yang diceritain,....?

Friday, April 11, 2008

Pengin berpetualang

Kemarin ketemu temenku dari Jepang, Michiyo, kebetulan anaknya yang sulung temennya Izhhar sejak di Kindy. Kaget banget waktu denger kalau dia ama anaknya yang umur 7 dan 4 tahun abis jalan jalan ke Surfer Paradise, Gold Coast sendirian, ....naik kereta api. Bukannya dia nggak punya mobil lho, mobilnya justru jauh lebih bagus daripada kita kita orang Indo yang di St Lucia.

Hebat, salut dan exciting banget ndengernya, jaraknya itu kaya ke Bandung gitu, kalau naik mobil karena lewat High Way sekitar 1 jam *Disini kagak ada macet kecuali ada kecelakaan*. Terus kalau naik kereta juga 1 jam an juga.

Sebenarnya aku sekeluarga lumayan sering ke Gold Coast, selain selalu formasi penuh, juga pake mobil, karena jatuhnya lebih irit. Kebetulan walaupun ibukota Queensland ini Brisbane, tetapi karena Gold Coast ini tujuan wisata, disana lebih hidup, banyak Theme Park, mulai Sea World, Movie World dan wahana air Wet And Wild (yang ini punya Warner Bross saingannya Disney), Dream World dan wahana airnya White Water(punyanya Nickelodion), terus ada pusat factory outlet Harbour Town, Ada Surfer Paradise (yang ini di tengah kota, dekat pantai , lebih Hip daripada Brisbane, hidup terus sampai malem)



Nggak tau jadi pengin jalan sendiri, secara si papa lagi nggak mau diganggu karena dia ngerjain Tesisnya, pengin jalan sendiri aja ama Izhhar, tapi ya gitu....
Izhharnya nggak mau kalau nggak bareng juga ama papanya, Papanya sendiri agak agak nggak ngijinin soalnya dari kemarin kemarin aku masih belum sehat bener.

Padahal kayanya seru ya petualangan selama Izhhar liburan...
Ya cuma bisa ngayal deh..