Saturday, May 3, 2008

Penyanyi Yang Baru (aku Up Date)

Beberapa bulan yang lalu, waktu buka buka Youtube, nglihat penyanyi cowok Indo, masih seger, imut, pas denger suaranya.....hua....... Sexy.
Lagu lagunya si kayanya patah hati mulu, tapi suaranya bener bener ok, gini ni seharusnya penyanyi muda, kagak cuma modal tampang ama nama yang udah ngetop, ini biasanya artis artis sinetron.

Nama penyanyinya AFGAN * aku tau pasti pada bilang aku lambat*.
Jagoanku judul lagunya SADIS , bener bener sadis nyobek perasaan *kalau ini bener bener udah berlebihan, he,he,he* . Emang harus aku akui, ndengerin dia nyanyi, berasa balik lagi jadi ABG.

Suka juga ama Yovie and The Nuno, cumanggak tau kenapa berasa lagu lagunya beat beatnya hampir hampir sama gitu, tapi emang enak banget *kasus yang sama dengan Peter Pan*. Sebenarnya Yovie and The Nuno ini hampir hampir sama kaya Kahitna *Ya iyalah namanya juga nggak jauh dari Yovie Widianto*

Jadi pengin ngedownload buat Ipod ni.

Mungkin aku agak terbelakang atau nggak up to date, ya nggak papa lah, ini kan penilaian pribadi.

Friday, May 2, 2008

Kopi kopi di sekitar kita

Aku salut banget ama orang yang nemuin *artinya tahu gunanya pertama kali* namanya......KOPI.
Aku sendiri bukan termasuk coffe drinker, karena aku nggak terlalu suka kopi, agak pusing kalau abis minum. Tapi aku suka banget ama baunya.

Coba liat ya, dibelahan bumi bagian manapun pasti kenal yang namanya kopi, ada yang diminum sebagai 'ritual' yang wajib, diwaktu waktu tertentu *pagi misalnya*, ada yang untuk perawatan tubuh, ada yang faktor conditional aja, misalnya biar nggak ngantuk*hallo para mahasiswa dan bapak sopir*, atau yang cuma buat gaya hidup *biar bisa ngafe di cafe yang bikin naik gengsi*.

Macam dan keturunannya juga macem macem, dari black coffe, kopi pakai cream, ampe cappucino *dan masih banyak lagi, aku nggak terlalu banyak tahu*.
Ada yang diminum dingin , juga panas. Ada yang dateng dari Sumatra, Brazil dsb, Ada yang berjenis Arabica dan Robusta *Have no idea*.

Ada orang yang minum kopi kaya minum air putih, nggak kira kira banyaknya, dan nyruputnya, tapi justru itu mungkin kenikmatannya. Ada yang minumnya dinikmati, pelan pelan, ini pasti berlaku sekali untuk kopi yang satu cangkir minimal Rp 30 000 atau lagi nyari inspirasi.

Adik laki lakiku *Allo Fer* adalah tipe orang yang nggak bisa nggak harus minum kopi, dipagi hari, Black coffee. Dan dia tipe orang yang justru makin banyak kopi makin nikmat, kaya minum air putih saja. Dulu suamiku waktu kuliah S1 juga kaya gitu katanya. Duluuuuu banget katanya ibuku juga begitu, tapi sekarang ibuku nggak lagi.

Suamiku sekarang nggak terlalu minum kopi, kalau nggak perlu sekali dia jarang minum kopi, favorit dia cappucino *jadi ingat novelnya Icha Rahmani yang uda difilmin*.
AKu nggak terlalu suka banget, tapi kadang kalau lagi nemenin suamiku ke Starbuck *Berasa ninggin gengsi banget ya nyebutinnya* , aku suka yang ada unsur unsur coklatnya, kaya Frapuccino.

Kita bisa nemuin dan minum kopi di warung warung ala 'Mak Tika' (baca kaki lima), yang ini langganan suamiku waktu kuliah S1, sambil cangkrukan dengan harga mulai Rp 500 per gelas sampai di Cafe kaya Starbuck, Gloria Jeans , Java Coffee atau di lobby bintang 5 yang per gelasnya paling sedikit Rp 30 000, cuma untuk satu cangkir kecil. tapi aku yakin yang kita bayar di tempat tempat hip itu bukan hanya kopinya, tapi juga suasananya, bisa ngobrol, hang out ama teman atau saudara, bisa meeting, bisa internetan gratis...ups.

Suamiku pernah bilang walaupun misalnya dia punya pendapatan yang lumayanpun, dia merasa sayang kalau harus tiap hari mampir ke Starbuck dan sebangsanya *apalagi kalau di Indo*. Kalau cuma buat sekali kali bisa ditolirer, karena menurut suamiku, bagi orang yang nggak terlalu coffee mania pada akhirnya hanya buat memperkuat gaya hidup konsumerisme yang nggak penting. Kecuali kalau kita kesana untuk meeting yang bisa menghasilkan kebaikan. But , sekali lagi ini hanya pendapat kami.

Kalau di negara maju buat nongkrong di cafe cafe kaya gitu emang bukan suatu hal yang terlalu istimewa (kecuali ke club club)selain karena kebutuhan mereka dan atmosfirnya, tapi juga emang benar benar terjangkau untuk orang biasa *$ 4 saja* yang sama aja kalau kita beli dan minum teh botol atau aqua.
Itu sebabnya aku berani bilang bahwa emang kita orang di Indo*me, one of them* kalau harus ngafe selain untuk mendukung kerjaaan (meeting dan sebagainya) dengan mahalnya harga kopi di tempat tempat tersebut, dibanding dengan pendapatan kita dalam rupiah, pada akhirnya hanya mengejar ke prestisius annya. Selain karena segala alasan lain dan kenikmatannya yang aku sebutin diatas.

Tapi ada satu kopi yang nggak cuma enak di lidah dan tenggorokan, tapi juga di badan, namanya KOPI DANGDUT.......tarik mang!!!!!

Thursday, May 1, 2008

Malaikat kecilku

Akhir akhir ini perasaanku benar benar galau *maafkan kalau agak melankolik*. Rasanya sedih, merasa berdosa, merasa nggak berarti banget kalau lagi ngliat anakku. Aku yakin suamiku tercintapun ngerasa sama.

Pengin nangis......

Anakku, anak kami yang selalu(kami paksa) ngertiin keadan kami. Sebenarnya sudah lama dia minta hal ini *maaf nggak bisa sebutin*. Tapi ada suatu sebab kami nggak bisa memberikan sekarang. Sakit banget ya rasanya ternyata. Hal yang sepele, keinginan dia yang sepele, yang selalu tertunda dari dulu, selalu kalah karena keadaan. Dan dia selalu berusaha ngerti *anakku, sekecil itu udah bisa ngerti keadaan kami*, dan dia selalu yakin suatu saat akan tercapai, sama seperti keyakinan kami, yang entah mengapa, setiap saat itu datang, setiap saat itu juga msalah menghadang. Insya allah, next time will be better. I'm sure I can realize all. Dia benar benar bagai malaikat bagi kami.

Maafkan mama papa ya, anakku.

We are so proud of you.
Walaupun Izhhar sedih, tapi dia nggak mau membuat kami sedih karena permintaannya.

Wednesday, April 30, 2008

Cerita lucu

Disini nggak gampang dapetin warung kaya di kampung kita. Tapi kebetulan unit aku emang strategis banget. Tinggal turun *kita tinggal di lantai 3* udah bus stop ke arah City atau Toowong, mau ke UQ/ tinggal nyebrang. Males masak? *cie kaya orang kaya* ada Nando's, rumah makan Thailand, ama Miss India disamping rumah. Mau nyalon ada juga. Dan yang paling enak adalah ada China Shop, tinggal jalan nggak sampai 20 meter.

China shop ini lumajen lengkap lah, khususnya bahan atau bumbu asia yang nggak ada di supermarket besar kaya Coles atau Woollie *dibanding kalau mesti ke china town, harus ganti kendaraan 2 kali, kalau naik mobil susah nyari parkiran*. Cuma ya gitu mahalnya gila, merasa kali ya dia dibutuhin banget, secara Coles terdekat sekitar 1 km. Buat gambaran kara 200 ml, di Yuen cuma 99 cent. di dia $ 2 something.

Ada salah satu kasir, entah anaknya antah adik pemiliknya, yang bikin aku bete banget. Suatu kali aku belanja keperluan yang lagi nggak ada *aku nggak pernah belanja banyak di situ, mahal. paling kalau uda kepepet keabisan aja*.
Ni nci nggak tau kenapa emang gayanya agak sepak. Kadang kadang agak seenaknya dia, kalau lagi ramah ya ramah, kalau lagi nyengit, waduh....
Waktu aku bayar belanjaan, ceritanya aku ngasih uang $ 10, karena belanjanya cuma $ 5 , dia ngasih aku kembalian $5. Mukanya lempeng banget, ngasi akukembalian. Aku agak kaget ngliat uangnya, uda nggak cuma sobek, tapi emang uda ilang separo *uang kertas 5dollaran*.
Aku minta ganti ama dia *aku emang jarang banyak ngomong kalau ama dia, mungkin dia pikir aku asia bego kali yang nggak bisa bahasa , tapi kalu ibu ibu yang tua/pemiliknya sering ngobrol*
Terjadilah percakapan berikut ini :

Aku : "Could U give me another money!"

Nci : "Why?" (tangannya masih keukeuh ngulurin duit yang tinggal separo)

Aku : Nunjukin wajah nggak suka *ekspresif banget bok* "I'm sorry, I can't take it"

Nci : Narik uangnya, terus dia ambil uang $5 yang masih utuh, dari laci, tetep dengan muka ngeyel dia bilang , "Actually it's alright, people give to me and I give to you". Suaranya kenceng banget, ampe banyak pembeli lain yang nengok.

Aku : senyum nggak peduli, yang penting aku benar, semakin kamu teriak, semakin costumermu tahu, toh yang rugi bukan aku sendiri.

Aku : "Ok, thank you", aku ambil uang kembaliannya, aku tunjukin aja senyum kemenanganku frontal

Nci : Masih terus bilang, "It's alright, I can give to you, You still can use it"

Aku : "See You !!!" Dalam hati katawa, lucu banget kok jadi dia yang marah. Samar samar aku masih dengar dia ngomel, that's fine bolak balik.

Sebenernya aku kesel banget ama tu Nci, kalau dia sial dapet duit sobek, terus apa dia pikir orang lain yang harus nanggung rugi. Terus caranya ngomong "People give to me and I give to you" itu menurutku ngina banget. Kalau aku nggak mau, itu kan hakku dong as custumer.

Ampe sekarang masih suka gondok, kalo lagi belanja terus dia yang nglayanin, tapi aku mah nggak peduli kalau aku bener.......... lo jual aye beli (dalam arti yang sebenarnya dan juga kiasannya).

Ada ada saja , disini yang njunjung customer satisfaction, masih ada juga orang yang mau nyari untung sendiri.


PS : Sebenarnya aku uda mulai curiga ama sifat jelek si Nci satu itu, waktu aku ngliat orang kompalinin makanan atau roti *nggak begitu jelas soalnya uda lama banget* yang menurut pembelinya expired, tapi dianya malah ngotot, bukannya minta maaf atau ngasi ganti, tapi yang aku dengar dia agak ninggin suaranya kaya waktu ama aku diatas, jadi seakan akan si customer ini yang salah , pokoknya intinya dia merasa benar.
Makanya tips kalau belanja khususnya di China atau Vietnamesse store, musti rajin mantengin tanggal kadaluarsanya. Kalau ada makanan dia jual dibawah atau bahkan lebih dari setengah harga, cek lagi expire datenya *kalau ngak uda expired, ya uda tinggal ngitung hari expirenya".

Maaf no offense, sekali lagi ini seperti buku harianku, tempat aku numpahin perasaanku.

We are not a super (bank) man

Kenapa ya pikiran dan konsentrasi jadi semakin kacau, kalau udah merasa pasti mau pulang? Padahal dengan tenggang waktu hampir 2 bulan, kan masih lama, masih banyak juga yang mesti dikerjain, tapi otak kok larinya kesana terus *pulang maksudnya*, kalau udah gitu perasaan udah panik aja inget rumah yang nggak tau gimana kabar dan bentuknya, ingat nasib anakku untuk sekolahnya, ingat banyak banget yang harus dikerjain sesampainya disana * semua minta dikerjain bareng bareng, huaaaaaaaaaaaaah*.

Sementara disini barang barang masih seperti dulu, masih seperti yang 1 tahun lagi mau pulang, tidak ada sedikitpun yang sudah di packing (baru sebagian buku). Dan yang paling penting adalah papa dan thesisnya *apa kabar pa?* .

Aku suka ngerasa kalau aku dan papa as a couple itu selalu ditakdirkan menghadapi suatu yang penting dan urgent dalam waktu yang bersamaan, dan keduanya atau ketiganya itu bukan pilihan, tapi semuanya emang harus dikerjakan, tapi dengan tenaga, waktu dan kemampuan juga situasi kami, jelas harus ada prioritas. Tapi jelas nggak mudah menyusun prioritas untuk sesuatu yang harus dikerjakan berbarengan. Sialnya nggak jarang itu semua nggak ada kaitannya ama kita sendiri.

Kadang kadang suka capek ati sama orang orang yang justru dekat, tapi mereka justru nggak bisa mengerti keadaan kami, yang ada hanya tuntutan dan hujatan. Semuanya adalah tentang kepentingan mereka sendiri. Mereka pikir kami mendapatkan semua ini hanya dengan ongkang ongkang kaki. I wish we are just a real Bank like what they think!!!

Tuesday, April 29, 2008

Legaan

Dapat sedikit informasi tentang sekolah untuk anakku. Agak sedikit lega.

Silly Pictures