Halooo Blog!!!!
Miss u alot.....
Akhirnya punya keinginan lagi buat nge blog.
Gara gara...film AVATAR
super cool movie....sukaaaaaa buanget....cintahlah
untuk ukuran animasi 3 dimensi gitu , aku suka banget.
Awalnya nonton karena penasaran ama film yg konon bujetnya termahal di dunia...belum lagi proses pembuatannya yang katanya 4 tahun...wuiiih.
Dan, nontonlah kita bertiga...aku, papa dan izhhar...
filmnya 2,5 jam....dan selama itu...gak ada boringnya...patokannya si izhhar..kalo dia manteng terus dan tenang..it's mean really good movie.
It does good....puas banget.
Tapi dari semua itu yang paling penting adalah muatan filosofinya...tentang keseimbangan lingkungan....dan
bahkan sekuat apapun kita, sehebat apapun kita....kalu sudah melawan alam...merusak alam..pada akhirnya akan membinasakan diri kita sendiri.
Jadi bermimpi...punya kehidupan yang seperti itu....sangat peduli dan mendengar suara alam.
Karena kalo dipikir Tuhan sudah menciptakan kita semua...dengan segala ekosistemnya dengan seimbang. Kalau sudah ada satu pihak yg berlebihan akan menimbulkan ketidakseimbangan...dan berakibat bencana.
Jadi ngeri ngliat fenomena alam sekarang ini...global warming...dan segala akibatnya...ini adalah hasil dari perusakan alam yg secara terus menerus dilakukan oleh manusia...selama 100 tahun terakhir.
Bayangkan kalau kehidupan kita melebur dengan alam...agak sedikit lambat...but taste beautifull.
Showing posts with label entertainment. Show all posts
Showing posts with label entertainment. Show all posts
Tuesday, December 29, 2009
Friday, September 11, 2009
Ngabuburit di Salon
Aku lagi ngabuburit di salon.ceritanya mau smoothing rambut, sebenarnya sadar kalau masuk salon untuk perawatan yang cukup panjang pada jam 2 siang jelas too risky. tapi emang dari kemarin gak sempet sempet. Akhirnya nekat sekarang,sementara anak anak main ke timezone .Moga moga cepet beres dan yang paling penting adalah hasilnya bagus. Amin
Dari rekomendasi di internet aku ke salon GMCM PIM 2.Sebenarnya aku baru sekitar 2 minggu yang lalu potong rambut di salon Klio Pasific Place sama Chevy. Waktu itu aku bilang mau yang aman aja modelnya , maksudnya yang sesuai dengan bentuk mukaku yang bulat. Uda gitu dia ngeblownya luama banget, emang si awet banget, sampai 3 hari masih baik baik saja, saking baiknya walaupun uda 4 kali kramas poninya tetep aja nongkrong njambul, padahal aku lebih suka yang jatuh alami. Uda gitu hasilnya pelit sekali layer, padahal itu kan syarat wajib untuk muka bulat dengan tekstur rambut yang ikal.
Akhirnya pas lagi jalan ke PIm kemarin aku memutuskan mencoba salon GMCM, dan memakai kapster Anton. Pasti dah banyak yang tahu ni kapster, secara dia jago dan keren banget, dan emang setelah aku bilang kalau aku pengin rambutku lebih sesuai dan lebih fresh, dan akhirnya beres, ketika aku minta di smooting akarnya, dia sendiri yang nangani. Nggak terlalu lama si sekitar 2 jam.Sekarang rambutku masih di fase lepek. Katanya bakal lepek sampai seminggu.
Tapi kejutan pada saat aku di meja kasir, aku harus membayar nominal seluruh perawatan sama dengan harga baju muslim M by Musa Widiatmojo. shock juga. Tapi gimana lagi selanjutnya cuma berharap semongga hasilnya benar benar bagus dan kemudian merawatnya.
Dari rekomendasi di internet aku ke salon GMCM PIM 2.Sebenarnya aku baru sekitar 2 minggu yang lalu potong rambut di salon Klio Pasific Place sama Chevy. Waktu itu aku bilang mau yang aman aja modelnya , maksudnya yang sesuai dengan bentuk mukaku yang bulat. Uda gitu dia ngeblownya luama banget, emang si awet banget, sampai 3 hari masih baik baik saja, saking baiknya walaupun uda 4 kali kramas poninya tetep aja nongkrong njambul, padahal aku lebih suka yang jatuh alami. Uda gitu hasilnya pelit sekali layer, padahal itu kan syarat wajib untuk muka bulat dengan tekstur rambut yang ikal.
Akhirnya pas lagi jalan ke PIm kemarin aku memutuskan mencoba salon GMCM, dan memakai kapster Anton. Pasti dah banyak yang tahu ni kapster, secara dia jago dan keren banget, dan emang setelah aku bilang kalau aku pengin rambutku lebih sesuai dan lebih fresh, dan akhirnya beres, ketika aku minta di smooting akarnya, dia sendiri yang nangani. Nggak terlalu lama si sekitar 2 jam.Sekarang rambutku masih di fase lepek. Katanya bakal lepek sampai seminggu.
Tapi kejutan pada saat aku di meja kasir, aku harus membayar nominal seluruh perawatan sama dengan harga baju muslim M by Musa Widiatmojo. shock juga. Tapi gimana lagi selanjutnya cuma berharap semongga hasilnya benar benar bagus dan kemudian merawatnya.
Thursday, August 20, 2009
Tempat Makan Favorit
Ok, Let's talk about our favourite resto.
Sejak di Jakarta, kita punya beberapa tempat makan favorit, yang lumayan sering kita kunjungi, dengan alasan :
Sejak di Jakarta, kita punya beberapa tempat makan favorit, yang lumayan sering kita kunjungi, dengan alasan :
- Enak
- Tempatnya, entah dekat rumah, atau cosy
- Murah
- Sego Kucing Fatmawati, suamiku suka sekali suasananya yang mengingatkan waktu kita masih kuliah. Selain karena emang, makanannya lumayan enak dan murah, dan yang paling spesial adalah minuman wedang secangnya yang dikasi perasaan jeruk manis (yang nggak tau kenapa semakin lama semakin kecil). Harga nasinya sekitar Rp.2500, ada 2 pilihan kering tempe dan bandeng (ok jangan terlalu imajinatif membayangkan besar bandengnya, jelas sesuai dengan harga).Ada banyak lauk dan gorengan disana. Waktu buka setelah jam 8 malem.
- Bakso Kota Cak Man. Yang ini franchise dari Malang, tapi sebagai penggemar bakso dan pernak pernik gorengan baksonya, aku suka .
- Mie Jawa Pak Ikhsan, di jalan Supomo/ Saharjo, seberang jalan Catur, dekat dengan lampu merah Pancoran, arah Manggarai, kanan jalan. Menunya Mie godhok/goreng. Nasi goreng magelangan, nasi goreng ayam. Rasanya menurutku pas banget, kuahnya nggak pakai perasa artifisial (MSG). Rasa Kaldunya pas. Harganya sekitar Rp. 12.500 per porsi. Selain karena kita suka rasanya, karena mngingatkan aku sama bakmi godhog waktu aku masih kecil, juga dekat banget sama rumah.
- Sushi Tei, yang ini nggak usah dibahas panjang lebar ya, entar terkesan sombong. Karena emang sushinya enak, sesuai ama cita rasa aslinya. Cuma memang agak berat di kantong, makanya kita nggak terlalu sering 'absen' kesini.
- Soto Kudus Blok M, Yang ini ada di tebet ama di jalan Wijaya. Nggak seenak dan seoriginal yang bisa aku ingat sih, tapi kami suka, apalagi almarhum bapak, karena seperti umumnya orang Jawa asli, bapak dan ibu lebih suka makanan berkuah dengan cita rasa yang ringan tapi segar. Yang paling aku suka adalah sate telur puyuhnya, jadi ingat masa kecil, ibuku selalu beli sate itu setiap hari buat aku.
- Seafood yang di jalan Wijaya, yang ini kaki lima (lupa namanya) pokoknya letaknya di depan portal, kanan jalan kalau dari arah tendean. Udang gorengnya enak, segar,jadi terasa manisnya. Bumbu kepitingnya juga enak, sayang nggak ada kepiting telornya, dan variasi menunya nggak banyak.
- Seafood di jalan Supomo/Saharjo (lupa lagi namanya) pokoknya deretan kaki lima yang ada nasi uduknya, seberang gang komplek keuangan. Murah, ca kangkungnya renyah walaupun bumbunya terasa terlalu ringan.
- Bakmi Golek, di jalan dewi Sartika. Soal rasa tidak terlalu istimewa, tapi tempat dan servisnya okeh. Harganya relatif murah dan terjangkau.
- Seafood Pangandaran, Boulevard Kelapa Gading. Muanteeeeb,kepiting telornya top. Harganya juga muanteeeb beratnya di kantong. Tapi worted banget. Kalau ini karena kita sering diajak adik iparku Deni dan Diana.
- Martabak Pacenongan. Enak banget, martabak bangkanya yang pakai topping pisang, wuiiiih lezat, biar udah semalam juga tetap lembut. Harganya memang diatas rata rata martabak lainnya.
- Bubur Kwangtung, di Pacenongan. Disini ada berbagai macam bubur dari mulai bubur kepiting, bubur ikan dsb. Udang mayonaisenya juga enak, udang krispinya juga, mostly semuanya enak.
- Nasi Ulam Bu Yoyo, yang ini korban iklan Kecap cap Bango. Tapi emang worth to try, makanan betawi yang emang enak. Cuma kita agak terganggu ama lokasinya yang nyempil di Karet pedurenan dan agak terkesan junk yard.Sekedar saran kalau kesana lebih baik naik motor. Aku nggak terlalu apal waktu bukanya, tapi yang jelas, dia nyedian sarapan juga. Yang pasti harus dicoba adalag Gepuknya, raph, hampir kaya abon, yang diikat. Nyam
- Gado gado Cemara, di jalan Wahid Hasyim. Kita kesini karena ibu mertuaku pengin bernostalgia. Tapi emang gado gadonya muanteep, bumbunya pas. Makanan yang lainnya juga enak. Ada juga Sup buntutnya.
- Bebek Ginyo,di Tebet (di kawasan Distro) seberangnya Daeng Tata. Pada dasarnya ada 3 jenis masakan bebek, goreng, bakar dan pepes daging bebek.Favoritku bebek cabe ijo. Bebeknya lembut, nggak keras, enaaaaaak banget.
- Burger Dejons, satu pemilik sama Ginyo, satu kawasan berjarak beberapa rumah. Ini favortinya anakku. Bener bener Burger, dengan harga dibawah McD, tapi kualitas jauuh diatasnya, rasanya juga enak.
- Bakmi Bangka Popeye, lt 1 atau 2 ya? ITC mangga dua,favorit hubby adalah mie ayam dan pek empeknya.Me like the tahu kok, izhhar selera sama ama papa. yang punya toko ini, agak aneh, dia baru buka jam 12 siang, dan buat informasi, pembelinya uda pada antri lho. Agak ribet kalo mau pesen, selain lama nunggu bangku kosongnya. Selain itu dia juga jual es lilin potong yang enak dan krupuk ikan, cumi udang dsb yang digoreng atau dibakar. Disebelahnya juga ada yang jual ayam goreng dan bakar yang enak.
- Rumah Makan Sederhana Bintaro.Cabangnya banyak, tapi kita paling sering ke tebet, karena yang terdekat.
- Cheesecake Factory Tebet. Ini terletak di kawasan tebet barat raya (CMIW), disitu banyak banget deretan tempat makan yang enak enak. Sering beli chessecakenya kalo lagi ada yang Ultah. Pizzanya juga lumayan. Mostly adalah makanan bule.
- Nasi Uduk Babe Saman Kebun Kacang. Diantara segitu banyak nasi uduk di sepanjang kebun kacang VIII, favorit kita adalah babe Saman, muanteep. Die justru masih berformat kaki lima di pasar apa ya? pokoknya di Kebun Kacang VIII.Ini juga langganan orang kantor hubby.
- Mie Ceker Bandung. Aku bukan noodle person, tapi aku suka benget mie yang ini, spesialnya cekernya yang lembut tapi nggak hancur, nyaaammm banget. Tempatnya di Tebet Barat Raya, sebelumnya Cheesecake factory kalau dari pasar tebet barat, deretan seberanngnya.
Monday, July 27, 2009
I have a New bike
Menyusul Sepeda Scot punya Papa, dan Wim Cycle (biar lokal yang penting specsnya diatas rata rata)punya Izhhar, dengan sedikit paksaan dari papa akhirnya aku membeli sepeda juga.
Awalnya aku pengin beli MTB, Polygon aja, yang alloy, sudah cukup. Tapi si papa insist buat beli Seli alias sepeda lipat.
Akhirnya berburu lah kita ke Asem Reges. Lokasi yang banyak terdapat toko toko sepeda dengan harga bersaing (yang jelas lebih murah daripada R*** L***) Setelah menimbang dan sebagainya, pilihan jatuh ke Dahon,US made, kata penjualnya si, kalo mobil kelas Mercy, tapi tenang, kita milih seri A1 (sekali lagi kalo mercy ya C class).
Si Izhhar dan papa yang lebih excited, aku? biasa saja...*nggak bersyukur ya*
Papa dah sibuk bikin agenda bersepeda di hari libur.
Sebenarnya hubby, pengin banget bike to work, secara jarak rumah dengan kantor nggak seberapa jauh (Pancoran ke Thamrin), tapi aku keberatan, kecuali dia mau pakai masker oksigen.....*larangan dan anjuran yang sangat tidak masuk akal*
Dulu waktu kita tinggal di OZ, kita termasuk keluarga yang hobby adventuring sambil bersepeda. Dengan perlengkapan kita yang lumayan lengkap, walaupun semuanya harus ditinggalkan. Buat aku nyaman banget disana kalau buat bersepeda. Udaranya sangat mendukung, relatif lebih bersih dan bebas polusi. Selain selalu ada bike track yang pasti aman buat bikers.
Tapi aku yakin pemerintah suatu saat akan mempertimbangan pembangunan sarana dan prasarana yang berimbang untuk semua kepentingan seluruh rakyat *aminin aja* Amin, amin, amin.
Awalnya aku pengin beli MTB, Polygon aja, yang alloy, sudah cukup. Tapi si papa insist buat beli Seli alias sepeda lipat.
Akhirnya berburu lah kita ke Asem Reges. Lokasi yang banyak terdapat toko toko sepeda dengan harga bersaing (yang jelas lebih murah daripada R*** L***) Setelah menimbang dan sebagainya, pilihan jatuh ke Dahon,US made, kata penjualnya si, kalo mobil kelas Mercy, tapi tenang, kita milih seri A1 (sekali lagi kalo mercy ya C class).
Si Izhhar dan papa yang lebih excited, aku? biasa saja...*nggak bersyukur ya*
Papa dah sibuk bikin agenda bersepeda di hari libur.
Sebenarnya hubby, pengin banget bike to work, secara jarak rumah dengan kantor nggak seberapa jauh (Pancoran ke Thamrin), tapi aku keberatan, kecuali dia mau pakai masker oksigen.....*larangan dan anjuran yang sangat tidak masuk akal*
Dulu waktu kita tinggal di OZ, kita termasuk keluarga yang hobby adventuring sambil bersepeda. Dengan perlengkapan kita yang lumayan lengkap, walaupun semuanya harus ditinggalkan. Buat aku nyaman banget disana kalau buat bersepeda. Udaranya sangat mendukung, relatif lebih bersih dan bebas polusi. Selain selalu ada bike track yang pasti aman buat bikers.
Tapi aku yakin pemerintah suatu saat akan mempertimbangan pembangunan sarana dan prasarana yang berimbang untuk semua kepentingan seluruh rakyat *aminin aja* Amin, amin, amin.
Yuk meluangkan waktu untuk anak kita
Life is just like a Rollercoster. Kadang kita diatas kadang di bawah, kadang kecepatan sangat tinggi, kadang super pelan. But, whatever it is, we should enjoy it.
Seingatku dalam beberapa hal, dulu aku tidak terlalu kemaruk. Kalau aku menginginkan sesuatu, aku selalu mempunyai rem yang pakem atau speed yang super handal, tapi aku tahu kapan harus berhenti, kapan harus stop.
Keluargaku termasuk cukup, nggak kaya berlebihan, tetapi nggak kekurangan. Prinsip ortuku yang ' children come first', selalu membuat kami sedikit merasa nyaman akan kondisi, sekali tidak berlebihan, dan tidak protes ketika pas pasan.
Sekarang, ketika aku sudah mempunyai anak, prinsip mengedepankan kepentingan anak, ternyata tumbuh sendiri tanpa diperintah. Kebetulan aku dan hubby lumayan sudah merasa bersyukur atas segala nikmat yang sudah diberikan, jadi kepentingan anak selalu jadi prioritas. Mulai dari kebutuhan sekolah dan kebutuhan pokok. kalau kata bapakku 'Kepala buat kaki, kaki buat kepala', itu semboyan wajib orangtua.
Ada perasaan heran ketika ada beberapa orangtua yang relatif mapan secara ekonomi, menghadapi anak bisa timpang. Artinya, disatu sisi berlebihan, sampai terbilang nggak perlu. Tapi disatu sisi sangat kekurangan. Mereka lupa anak juga butuh hiburan, anak juga butuh kebersamaan dengan orangtua. Nggak perlu mahal tho? Bersepeda bareng bareng saja, mereka bakal fun.
I'm not the best parent too. But I try to be.
Seingatku dalam beberapa hal, dulu aku tidak terlalu kemaruk. Kalau aku menginginkan sesuatu, aku selalu mempunyai rem yang pakem atau speed yang super handal, tapi aku tahu kapan harus berhenti, kapan harus stop.
Keluargaku termasuk cukup, nggak kaya berlebihan, tetapi nggak kekurangan. Prinsip ortuku yang ' children come first', selalu membuat kami sedikit merasa nyaman akan kondisi, sekali tidak berlebihan, dan tidak protes ketika pas pasan.
Sekarang, ketika aku sudah mempunyai anak, prinsip mengedepankan kepentingan anak, ternyata tumbuh sendiri tanpa diperintah. Kebetulan aku dan hubby lumayan sudah merasa bersyukur atas segala nikmat yang sudah diberikan, jadi kepentingan anak selalu jadi prioritas. Mulai dari kebutuhan sekolah dan kebutuhan pokok. kalau kata bapakku 'Kepala buat kaki, kaki buat kepala', itu semboyan wajib orangtua.
Ada perasaan heran ketika ada beberapa orangtua yang relatif mapan secara ekonomi, menghadapi anak bisa timpang. Artinya, disatu sisi berlebihan, sampai terbilang nggak perlu. Tapi disatu sisi sangat kekurangan. Mereka lupa anak juga butuh hiburan, anak juga butuh kebersamaan dengan orangtua. Nggak perlu mahal tho? Bersepeda bareng bareng saja, mereka bakal fun.
I'm not the best parent too. But I try to be.
Wednesday, July 15, 2009
Hari Sabtu
Sabtu kemarin, kita ke Bandung, bareng sama keluarga tante Diana. misi pertama adalah Cikutra, si Dian pengin banget liat liat tas disana, akhirnya dia dapet 1 tas, aku dapet 1 clutch dan 1 gantungan kunci, all are from leather, love it.
Habis itu kita ke ITB, misinya supaya anak anak terpacu semangatnya, siapa tahu bisa tertanam di kepala mereka. Si Dafa yang pertama nyeletuk, bisa sekolah di'bengkel' A.K.A ITB, karena kita iming imingi bisa bikin robot transformers. Setelah itu Izhhar, tentu saja di rumah, gengsi dia kalau dibilang ngikut pendapat si Dafa.
Makan siang di warung Ampera. Muataffff, murah, enak. Tahunya itu lho yummm....
Setelah itu ke Riau, secret yang makin lama makin parah aja koleksinya. Dan yang pasti kalau ke Riau nggak pernah nggak kesasar, heran udah puluhan kali juga ke bandung tetep aja!!!!
Makan malam di Bakmi Golek, Dewi Sartika jakarta Timur.
Habis itu kita ke ITB, misinya supaya anak anak terpacu semangatnya, siapa tahu bisa tertanam di kepala mereka. Si Dafa yang pertama nyeletuk, bisa sekolah di'bengkel' A.K.A ITB, karena kita iming imingi bisa bikin robot transformers. Setelah itu Izhhar, tentu saja di rumah, gengsi dia kalau dibilang ngikut pendapat si Dafa.
Makan siang di warung Ampera. Muataffff, murah, enak. Tahunya itu lho yummm....
Setelah itu ke Riau, secret yang makin lama makin parah aja koleksinya. Dan yang pasti kalau ke Riau nggak pernah nggak kesasar, heran udah puluhan kali juga ke bandung tetep aja!!!!
Makan malam di Bakmi Golek, Dewi Sartika jakarta Timur.
Monday, June 29, 2009
Week end
Papi got jet leg. Baru bisa keluar, karena izhhar rengek rengek, sabtu malem, tujuan Plaza Indonesia, midnaght shopping sale.Tapi kenapa ya aku nggak terlalu excited *doa doa suamiku terjawab*.
Minggunya ke Toto tebet, dapet J'dore ama CK for men, harga I love You so much.
Mau nyari sepeda buat Lina di pasar rumput, karena kepanasan, nggak da hasil.
Akhirnya ke XXI Mall Taman Anggrek buat nonton Transformers 2, sebenarnya dah ada feeling kalau disana pasti penuh, tapi si papa bilang go, ya go. Setelah perjuangan papa antri sampai setengah jam akhirnya dapet tiket, yang mana masih harus nunggu 2,5 jam, ya udah lah. Padahal 3 studio yang muter lho.
Sambil nunggu Lina ma Izhhar ke Time Zone ama Gramedia, aku ama papa jalan sendiri, mampir ke Zara, Metro, yang semuanya lagi sale. Dan sekali lagi aku ja heran, kenapa akalku sekarang sangat sehat dalam berbelanja, hasilnya yoga pant, t shirt dari Zara ama GAP jeans buat Izhhar, semua juga dengan harga melewati revisi akal sehat lho(alias sale)... *Dimana letak sehatnya kalau masih belanja!!!!!!*
Keluar dah 8.30, papa pengin makan nasi uduk kebun kacang, walaupun sempet salah belokan, sehingga baputar putar, papa tetap teguh dalam pendirian. Babi Saman I love you, eh salah... Wait for me. Kenyang, sampe rumah jam 10 an lebih. Tepaar semua.
Minggunya ke Toto tebet, dapet J'dore ama CK for men, harga I love You so much.
Mau nyari sepeda buat Lina di pasar rumput, karena kepanasan, nggak da hasil.
Akhirnya ke XXI Mall Taman Anggrek buat nonton Transformers 2, sebenarnya dah ada feeling kalau disana pasti penuh, tapi si papa bilang go, ya go. Setelah perjuangan papa antri sampai setengah jam akhirnya dapet tiket, yang mana masih harus nunggu 2,5 jam, ya udah lah. Padahal 3 studio yang muter lho.
Sambil nunggu Lina ma Izhhar ke Time Zone ama Gramedia, aku ama papa jalan sendiri, mampir ke Zara, Metro, yang semuanya lagi sale. Dan sekali lagi aku ja heran, kenapa akalku sekarang sangat sehat dalam berbelanja, hasilnya yoga pant, t shirt dari Zara ama GAP jeans buat Izhhar, semua juga dengan harga melewati revisi akal sehat lho(alias sale)... *Dimana letak sehatnya kalau masih belanja!!!!!!*
Keluar dah 8.30, papa pengin makan nasi uduk kebun kacang, walaupun sempet salah belokan, sehingga baputar putar, papa tetap teguh dalam pendirian. Babi Saman I love you, eh salah... Wait for me. Kenyang, sampe rumah jam 10 an lebih. Tepaar semua.
Saturday, June 27, 2009
Liburan Singkat
Baru balik dari liburan singkat di tempat Uti, diajak Pakdhe Dedi mandi air panas (Hot Spring), mantap!!!!!
Hunting rumah, susah amat ya...
Kalo lagi dicari susah, kalo nggak nyari ditawar tawari, he,he,he...
Perjalanan pulang pergi naik kereta argo muria, menurut aku lebih bagus daripada Argo anggrek atau Sembrani. Nyaman banget. Izhhar aja yang awalnya nolak nolak naik kereta, bisa enjoy. Maaf,ya nak, selain lebih irit, Izhhar kan jadi banyak pengalaman. Masak terbang terus.
Btw, karena sering liat berita kereta anjlok, Izhhar awalnya takut, tapi aku bilang, accidents could happen everywhere, above sky by plane, even when we just walking, so, just relax and enjoy. Dia masih sangat percaya kalau pesawat selain lebih cepat juga lebih safe. Gini deh kalau dah biasa tinggal jauh, jauh, taunya cuma pesawat aja.
Papi will arive soon, today. Pesawatnya landing 9.45. Semoga diberi kesehatan dan keselamatan.
Hunting rumah, susah amat ya...
Kalo lagi dicari susah, kalo nggak nyari ditawar tawari, he,he,he...
Perjalanan pulang pergi naik kereta argo muria, menurut aku lebih bagus daripada Argo anggrek atau Sembrani. Nyaman banget. Izhhar aja yang awalnya nolak nolak naik kereta, bisa enjoy. Maaf,ya nak, selain lebih irit, Izhhar kan jadi banyak pengalaman. Masak terbang terus.
Btw, karena sering liat berita kereta anjlok, Izhhar awalnya takut, tapi aku bilang, accidents could happen everywhere, above sky by plane, even when we just walking, so, just relax and enjoy. Dia masih sangat percaya kalau pesawat selain lebih cepat juga lebih safe. Gini deh kalau dah biasa tinggal jauh, jauh, taunya cuma pesawat aja.
Papi will arive soon, today. Pesawatnya landing 9.45. Semoga diberi kesehatan dan keselamatan.
Sunday, June 21, 2009
Garuda Di Dadaku, sebuah film yang bernafaskan nasionalisme, yang entah kenapa aku merasa, semakin hari kita semakin cinta ama negara kita.
Sebuah film tentang persahabatan, tanpa melihat keadaan.
Tentang proses pembelajaran bagi para orangtua, 'Don't do like a Dictator!'
Sebuah semangat, yang tidak pernah padam.
Adalah sesuatu yang sangat sedih, ketika kita menyadari, anak kita sangat menurut pada kita karena mereka mencintai kita, dan bukan karena takut atau kewajiban mereka. Kadang kadang kita merasa mencintai anak kita jauh lebih besar daripada mereka mencintai kita, sehingga kita merasa paling tahu atas mereka.
Yang jelas, ini termasuk must see movie.
Sebuah film tentang persahabatan, tanpa melihat keadaan.
Tentang proses pembelajaran bagi para orangtua, 'Don't do like a Dictator!'
Sebuah semangat, yang tidak pernah padam.
Adalah sesuatu yang sangat sedih, ketika kita menyadari, anak kita sangat menurut pada kita karena mereka mencintai kita, dan bukan karena takut atau kewajiban mereka. Kadang kadang kita merasa mencintai anak kita jauh lebih besar daripada mereka mencintai kita, sehingga kita merasa paling tahu atas mereka.
Yang jelas, ini termasuk must see movie.
Thursday, June 4, 2009
Aku dan Pasar Tradisional
Dulu waktu aku belum nikah pernah liat acara apa gitu di TV, tentang pengakuan Dorce, bahwa setiap dia datang ke suatu tempat yang baru, yang selalu didatangi adalah pasar tradisional. Pada saat itu di otakku (yang notabene yang masih merasa penting untuk tidak berpikir tentang printilan ibu ibu) cuma melengos, nggak penting banget.
Pas aku pindah di Medan, pasca melahirkan, alkisah bertemulah aku pada ibu Aidil. Dia hobby banget jalan jalan ke pasar, karena tidak terlalu banyak kesibukan, kadang kadang aku ikut. Pada awalnya tidak terlalu tertarik, lama lama entah mengapa aku merasa suka. Aku percaya di setiap kota selalu saja ada sentral sentral dari kebutuhan masyarakat.
Seperti di Medan kalau pengin nyari kain yang bagus, murah sampai yang mahal, baju muslim, jilbab, sprei dan produk produk garmen lainnya, Pajak Ikan tempatnya.
Kalau mau mencari baju yang murah meriah juga belanja kebutuhan sehari hari ada Pajak Petisah.
Kalau mau mencari produk plastik, mainan anak dan tas tas import ada di jalan Palangkaraya atau pajak Hongkong.
Keperluan rumah Tangga? Pajak Sambas.
Monja? Monginsidi Plaza, alias baju baju bekas dari korea juga ada.
Dan masih banyak lagi. Itu baru di satu kota.
Makanya aku itu hobby banget explore ke pasar pasar yang emang udah beken atas barang barangnya, yang kadang kadang harus melawan omelan suamiku, karena dia agak kuatir sama keamananku. Makanya dia sangat rela menemani kalau lagi libur. But, just for your information those are worth to do /go.
Pas aku pindah di Medan, pasca melahirkan, alkisah bertemulah aku pada ibu Aidil. Dia hobby banget jalan jalan ke pasar, karena tidak terlalu banyak kesibukan, kadang kadang aku ikut. Pada awalnya tidak terlalu tertarik, lama lama entah mengapa aku merasa suka. Aku percaya di setiap kota selalu saja ada sentral sentral dari kebutuhan masyarakat.
Seperti di Medan kalau pengin nyari kain yang bagus, murah sampai yang mahal, baju muslim, jilbab, sprei dan produk produk garmen lainnya, Pajak Ikan tempatnya.
Kalau mau mencari baju yang murah meriah juga belanja kebutuhan sehari hari ada Pajak Petisah.
Kalau mau mencari produk plastik, mainan anak dan tas tas import ada di jalan Palangkaraya atau pajak Hongkong.
Keperluan rumah Tangga? Pajak Sambas.
Monja? Monginsidi Plaza, alias baju baju bekas dari korea juga ada.
Dan masih banyak lagi. Itu baru di satu kota.
Makanya aku itu hobby banget explore ke pasar pasar yang emang udah beken atas barang barangnya, yang kadang kadang harus melawan omelan suamiku, karena dia agak kuatir sama keamananku. Makanya dia sangat rela menemani kalau lagi libur. But, just for your information those are worth to do /go.
Friday, April 3, 2009
Pilem Twilight

Kemarin beli DVD nya Twilight. Nonton berdua sama papa, nice.
Seperti biasa kalau sebuah novel dibuat dalam bentuk film, akan terasa kurang detail, but lumayanlah. Beberapa kali harus menjelaskan pada suamiku. Mungkin seharusnya aku tanya komen dan jalan ceritanya menurut suamiku dulu ya? jadi aku bisa mbandingin antara yang sudah membaca novelnya dan yang tidak, apa ada kesamaan visi dalam cerita *bok, penting banget apa*.
Memang harus diakui pemeran si Edward, cekcy *hi,hi,hi, kagak inget uda emak emak*.Tapi ada sedikit yang beda dengan yang ada dikepalaku, kenapa ya agak terasa kurang PD bila dibandingkan dengan Edward Cullen versi buku. Ada beberapa detail yang sedikit *sedikit* menyimpang, tapi it's ok lah.
But for all, I like that movie.
Alasannya? Penyegaran. Jadi inget akibatnya tadi malem *malu*.
Monday, June 30, 2008
Here it come the thing from Ebay
Yipii, yippi!!!!!!
Akhirnya dateng juga, setelah penantian yang sangat panjang, ini dia hasil petualangan pertama di Ebay. Datang seperti yang diharapkan, utuh, nggak ada bekas dipakai.
Suenengnya, sueneng!!!!!
*Aduh, jatuh deh, gara gara lompat lompat kesenangan*
Akhirnya dateng juga, setelah penantian yang sangat panjang, ini dia hasil petualangan pertama di Ebay. Datang seperti yang diharapkan, utuh, nggak ada bekas dipakai.
Suenengnya, sueneng!!!!!
*Aduh, jatuh deh, gara gara lompat lompat kesenangan*
Saturday, June 28, 2008
Ngedate
Hari kamis kemarin kita ngedate, ceritanya nonton Sex in The City berdua aja, karena Izhhar sekolah, abis itu nyobain Sushi Ginga di sebelah Cineplex, lumayan enak. Abis itu dikasi hadiah lagi ama pacarku, yuhuuuuu. Pokoknya seneng buanget *yang masih menari nari*.
Thursday, June 26, 2008
Menikmati Dunia Blog Indonesia
Saya suka sekali surfing blog blog yang saya anggap menarik, ada beberapa bloger Indonesia, yang jelas nggak karena mereka punya nama besar saja. DIsini saya tidak akan menyebutkan satu persatu nama nama blog itu *emangnya saya dibayar apa he,he,he*
Banyak sekali yang sangat berbobot, tapi ringan khas penulisan Almarhum Umar Khayam, seperti Ndoro Kakung. Saya suka cara penulisannya yang berusaha tidak menyinggung dan tidak memihak, tidak asal mengemukakan pendapatnya aja, tapi ringan seperti obrolan warung kopi sehari hari. Dan banyak sekali blog blog indonesia yang sangat berbobot lainnya.
Tapi saya juga manusia yang punya ketertarikan, kaya suka ama fshion dan sebagainya. Cuma kadang kadang saya suka amazing sama orang orang yang punya blog ngomongn tentang belanjaan dia dan barang barang branded branded yang dia punya, yah bolehlah kita ngomongin tentang shopping, tapi mbok ya ada sisi positif dari belanjanya. Kadang kadang yang konyol barang barang yang dia banggain banget itu, sebenarnya kan nggak terlalu penting. Saya sendiri suka barang barang branded *siapa yang nggak* tapi kan harus ada kualitas diatas harga, tho?
Jadi kita emang harus smart kan? bukan berartibanyak barang branded berarti smart kan? Yah kok ngelantur dari pembahasan awal tentang blog sih...
Tapi ada juga blog tentang fashion, tapi terlihat penulisannya sangat smart. Mungkin memang tergantung kualitas masing masing ya. Saya pengin nyebutin, tapi takut yang punya nggak berkenan.
Seperti ibu ibu yang lain saya butuh sekali yang namanya panduan resep. Saya juga punya beberapa blog indonesia favorit berkenaan dengan ini. Karena saya tergabung dalam Milis Natural Cooking Club, jadi yah favorit saya ya jawara jawaranya NCC ini. Karena walaupun mereka jago dalam hal masak memasak dan bisnis makanan, tapi tetap mau share ilmu.
Saya juga pembaca tetap Kaskus *ini blog bukan ya?*, tapi kayanya ini lebih ke Forum. Yah sebagi selingan sehari hari.
Nanti kalau ada ide berkenaan dengan ini, saya tambahkan lagi.
Banyak sekali yang sangat berbobot, tapi ringan khas penulisan Almarhum Umar Khayam, seperti Ndoro Kakung. Saya suka cara penulisannya yang berusaha tidak menyinggung dan tidak memihak, tidak asal mengemukakan pendapatnya aja, tapi ringan seperti obrolan warung kopi sehari hari. Dan banyak sekali blog blog indonesia yang sangat berbobot lainnya.
Tapi saya juga manusia yang punya ketertarikan, kaya suka ama fshion dan sebagainya. Cuma kadang kadang saya suka amazing sama orang orang yang punya blog ngomongn tentang belanjaan dia dan barang barang branded branded yang dia punya, yah bolehlah kita ngomongin tentang shopping, tapi mbok ya ada sisi positif dari belanjanya. Kadang kadang yang konyol barang barang yang dia banggain banget itu, sebenarnya kan nggak terlalu penting. Saya sendiri suka barang barang branded *siapa yang nggak* tapi kan harus ada kualitas diatas harga, tho?
Jadi kita emang harus smart kan? bukan berartibanyak barang branded berarti smart kan? Yah kok ngelantur dari pembahasan awal tentang blog sih...
Tapi ada juga blog tentang fashion, tapi terlihat penulisannya sangat smart. Mungkin memang tergantung kualitas masing masing ya. Saya pengin nyebutin, tapi takut yang punya nggak berkenan.
Seperti ibu ibu yang lain saya butuh sekali yang namanya panduan resep. Saya juga punya beberapa blog indonesia favorit berkenaan dengan ini. Karena saya tergabung dalam Milis Natural Cooking Club, jadi yah favorit saya ya jawara jawaranya NCC ini. Karena walaupun mereka jago dalam hal masak memasak dan bisnis makanan, tapi tetap mau share ilmu.
Saya juga pembaca tetap Kaskus *ini blog bukan ya?*, tapi kayanya ini lebih ke Forum. Yah sebagi selingan sehari hari.
Nanti kalau ada ide berkenaan dengan ini, saya tambahkan lagi.
Tuesday, June 24, 2008
Kung Fu Panda

Sabtu malam kemarin, kita semua nonton Kungfu Panda.
Bagus banget, kita semua bener bener enjoy, pantas lah kalau jadi Box Office. Izhhar aja yang awalnya ngeyel minta nonton Speed Racer, nggak nyesel.
Kadang kadang saya suka nggak percaya kalau anak saya sudah mulai besar, saya aja kaget waktu dia bilang kalau pemeran si Monyet yang ada disitu itu Jacky Chan. Dan pas lihat castingnya di akhir cerita emang bener.
Sebenarnya ceritanya sih simpel, tentang seorang anak tukang mie (Panda) yang bercita cita menjadi Master of Kungfu. Agak agak sedikit impossible juga kalau dalam waktu singkat dia bisa nguasain Kungfu dengan sangat baik, tapi kalau di telaah *bahasanya* si Panda ini emang cerdas, dan ditambah kalau mengenai makanan, dia akan melakukan manufer manufer tubuh yang luar biasa tanpa disadarinya, kocak banget.
Pokoknya keren banget, nggak cuma anak anak yang suka, orang dewasa aja banyak yang suka. Bayangin setengah jam sebelum film diputar, tiket sold out. Saya aja kebagian kursi agak depan.
Jack Black seperti biasa kegilaannya sangat cocok memerankan si Po Panda, Dustin Hoofman juga cocok banget jadi Master Shifu, suaranya benar benar mengalir natural. Tetapi kalau pendapat pribadi saya, saya kok kurang suka sama Angelina Jolie yang meranin Tigress, kok masih berasa seksi aja, nggak kaya karakternya yang seharusnya lebih dingin.
But for all, it's must see movie.
PS : Quota yang menarik dari film ini :
Yesterday is History
Tommorow is Mistery
But Today, is a Gift, That's why we call it Present.
(Master Oogwei to Po, while he sad)
Spoky Birthday Party
Jumat sore kemarin, Izhhar dapat undangan ulangtahun temannya Liam, temanya horor aor spoky tale. Acaranya dibikin habis magrib gitu. dan seperti biasa ulangtahun anak disini, anak bener bener party sendiri sama tuan rumahnya, orangtuanya nggak nungguin.
Akhirnya, kemarin saya bongkar bongkar lemari Izhhar nyari jubah Harry Potter, agak nggak nyambung si, terus saya rias Izhhar pakai lipstik merah di sekitar mulutnya, kaya darah yang berceceran, terus pakai eyeshadow putih saya lukis gigi taring yang keluar. Abis itu disekitar matanya saya kasih hitam hitam. Terus saya suruh pakai kemeja, dengan kerah diberdirikan, baru pakai jubah panjang item.
Awalnya Izhhar nolak saya dandanin kaya gitu, tapi ketika ngliat di kaca, dia jadi malu malu excited. Papanya yang nganterin ke rumah Liam, rumahnya dibikin remang remang, dengan hiasan sarang laba laba, dan semua temannya memakai kostum spoky. Si izhhar benar benar seneng.
Pulangnya dia cerita dengan semangat, lupa sama keinginan awalnya yang pengin ngapus make up nya. Dasar anak anak. Tapi emang enak bikin acara ulangtahun disini, modal ide, makanan kecil, minuman, goody bag cukup, nggak usah mikirin makanan buat orang tua tamu tamunya.
Akhirnya, kemarin saya bongkar bongkar lemari Izhhar nyari jubah Harry Potter, agak nggak nyambung si, terus saya rias Izhhar pakai lipstik merah di sekitar mulutnya, kaya darah yang berceceran, terus pakai eyeshadow putih saya lukis gigi taring yang keluar. Abis itu disekitar matanya saya kasih hitam hitam. Terus saya suruh pakai kemeja, dengan kerah diberdirikan, baru pakai jubah panjang item.
Awalnya Izhhar nolak saya dandanin kaya gitu, tapi ketika ngliat di kaca, dia jadi malu malu excited. Papanya yang nganterin ke rumah Liam, rumahnya dibikin remang remang, dengan hiasan sarang laba laba, dan semua temannya memakai kostum spoky. Si izhhar benar benar seneng.
Pulangnya dia cerita dengan semangat, lupa sama keinginan awalnya yang pengin ngapus make up nya. Dasar anak anak. Tapi emang enak bikin acara ulangtahun disini, modal ide, makanan kecil, minuman, goody bag cukup, nggak usah mikirin makanan buat orang tua tamu tamunya.
Thursday, June 5, 2008
Ddeok Bok Ee

Pertama kali nglihat penamampakannya. kalo lagi nonton film korea, yang dimakan sambil ditiup tiup, warnanya merah cabe, panjang panjang, dimakan ditusuk sama tusuk sate, hampir semua film korea, ada adegan makan ini makanan.
Bahasa Inggrisnya Spicy rice cake. Waktu temanku kursus disini, seorang korea, membawakan kami makanan ini , saya langsung jatuh cinta, gila enak banget. Sebenarnya konsepnya kaya Penthol cilot, atau bakso cilot (Banyak banget namanya) yang sering kita makan waktu kita masih SD. Cuma beda disaus dan bahan aja.
Dulu saya suka diejek ejek sama suamiku tercinta dan ibuku, kalau aku diam diam manggil tukang cilot *padahal udah nikah lho*. Tapi saya nggak bohong lho, kalau pada nyoba yang namanya Ddeok Bok Ee ini pasti pada bilang enak.
Konon katanya makanan ini sangat amat populer di Korea sana, setiap orang dari sejak masuk SD *asal udah tahan pedas* pasti pernah makan. Enggak lagi sedih, enggak lagi senang, enggak panas enggak hujan, pokonya ini adlah snack setiap waktu.
Kemarin buka buka google buat nyari tahu cara masak Ddeok Bok Ee, ternyata gampang banget, cuma mungkin kalau di kita, musti pelajari lagi bumbu pengganti dari Gochujang (Hot pepper paste) kalau kita nggak bisa nemuin toko bahan makanan korea.

Bukan saya nggak bangga lho sama makanan kita, cuma kadang kadang kita perlu mencoba makanan asing, untuk memperkaya khasanah boga kita, ya tho?
Monday, May 26, 2008
Soting Soting Di Mt Choot Tha
Hari Minggu biasanya Izhhar itu ke Mushola buat TPA, tapi berhubng kita semua lupa, akhirnya kita merasakan teror tanpa akhir, seharian, sementara papa ngebut ngerjain thesis *karena senin musti ketemu supervisor*, saya sendiri packing, dan Izhhar ?.......teriak teriak bosen melulu....disinilah kesabaran kita semua diuji *halah*.
Pas sudah jam 7 malam, pap mulai jereng, pusing. Nggak biasanya dia ngajak jalan malem malem. Katanya dia pengin minum kopi di Mt Choot Tha, ini nama gunung di sini (nggak berapa tinggi si) yang dari sana kita bisa lihat view kota Brisbane. Nggak terlalu jauh, kalau naik mobil nggak sampai 20 menit *ha?gunung apaan itu?".
Ternyata setelah sampai sana, baru ketahuan tujuan dia adalah....suting suting. Sebel banget, kirain dia kasian ama anak istrinya yang bosan karena seharian dikurung di rumah terus. Padahal udaranya dingin banget *maklum uda winter*. Semua pakai baju dobel. Izhhar yang sudah dengan kostum tidur bahan flanel, masih dilapis jumper, itupun masih kedinginan. Mana dia kalau ngambil gambar lamaaaaaaa banget, kita samapi frosen nunggunya *hi,hi,hi absurd*
Papa ama Ihhar pesen Latte ama Hot chocolate. Izhhar sama sekali nggak mau sharing, disikat abis, sampai endapannya aja nggak ada. Padahal akan saya nggak minum kopi. Akhirnya saya nahan haus sampai nyampai di rumah.
Nggak lama di Mt Choot Tha, kita balik, karena kedinginan, pada lari di bawah selimut....Tidur.
Pas sudah jam 7 malam, pap mulai jereng, pusing. Nggak biasanya dia ngajak jalan malem malem. Katanya dia pengin minum kopi di Mt Choot Tha, ini nama gunung di sini (nggak berapa tinggi si) yang dari sana kita bisa lihat view kota Brisbane. Nggak terlalu jauh, kalau naik mobil nggak sampai 20 menit *ha?gunung apaan itu?".
Ternyata setelah sampai sana, baru ketahuan tujuan dia adalah....suting suting. Sebel banget, kirain dia kasian ama anak istrinya yang bosan karena seharian dikurung di rumah terus. Padahal udaranya dingin banget *maklum uda winter*. Semua pakai baju dobel. Izhhar yang sudah dengan kostum tidur bahan flanel, masih dilapis jumper, itupun masih kedinginan. Mana dia kalau ngambil gambar lamaaaaaaa banget, kita samapi frosen nunggunya *hi,hi,hi absurd*
Papa ama Ihhar pesen Latte ama Hot chocolate. Izhhar sama sekali nggak mau sharing, disikat abis, sampai endapannya aja nggak ada. Padahal akan saya nggak minum kopi. Akhirnya saya nahan haus sampai nyampai di rumah.
Nggak lama di Mt Choot Tha, kita balik, karena kedinginan, pada lari di bawah selimut....Tidur.
Thursday, May 15, 2008
The Brondong

Kayanya aku dah ampir 2 kali ini deh ngebahas Afgan ini.
Gimana dung ini, kayanya aku lagi kena virus afganisme nih *gila ya anak udah ampir ABG juga nggak mo kalah*. Setiap hari kaya minum obat mbuka internet buat ndengerin atau nglihat video klipnya, pengin banget tau cara download atau nge upload youtube, tapi kok nggak bisa bisa *please somebody tell me how!!!!!*.
Suaranya itu lho yang in betwen Brian Mcknight ama R Kelly, tapi pas di liat mukanya, e ladalah brondong ?????? * kalau aku laki bisa bisa dibilang phidopilia*. Ni brondong suaranya tua banget, mateng dan memabukkan * mulai deh dangdutnya*. Kalau diolah lagi pasti bakalan lebih dasyat, secara umurnya aja baru 18 atau 19 an. Sempet ngintip di Youtube kegiatannya di MTV nongkrong, bener bener salut, ya. Waktu aku seumur dia, paling sibuk kuliah ama.....ehem ...let me remember...pacaran maybe *ampun babe*. Tapi ni anak (Afgan) ngejar waktu antara kuliah, nyari duit secara profesional. Dan nggak kaya umumnya *atau belum ya* yang sedang ngetop kayanya ni anak juga nggak petakilan. Padahal dengan kesibukannya, pasti dia nggak bakal punya banyak waktu buat berhappy hour.
Konon katanya dia anak kelas Internasionalnya UI, tahun depan bakal nglanjut ke Oz, sayang banget aku dah mau pulang, kalau nggak kan lumayan, bisa liat performer dia gratis *maunya yang gratisan* kalau lagi 17 an * Oalah kok ngelantur*.
Sekali lagi ini cuma sekedar intermezo.
Saturday, May 10, 2008
Izhhar : "I like cold" and I am like Papa
Izhhar itu dari kecil emang suka banget udara dingin. Sejak kecil dia sangat marah kalau kulitnya tertutup, apalagi sampai netes kringetan, bawaannya rewel melulu. makanya kalau udah panas banget, nggak jarang dulu aku suka buka bajuanya, cuma pakai kaos ama celana dalam. Apalagi kalau lagi panas, mau tidur siang aja, pasti AC nyala. Tapi sekarang , kalau telat dikit ngasi celana luarnya pasti dia uda teriak teriak, malu katanya.
Saking badaknya kulitnya, kalau lagi jalan jalan di Brastagi, yang udaranya dingin, cuma kalau malem aja baru dia mau dijaketin. Kadang kadang aku, papanya atau yang lainnya pada nggigil, pakai jaket, dianya cuek aja.
Dulu di Indo, kalau tidur, terus ACnya dinyalain, entar kalau diselimutin pasti ditendang tendang. Disini juga kaya gitu, tapi kalau mulai masuk musim dingin kaya sekarang, baru deh dia mau diselimuti. Kadang kadang kalu mau tidur kita selimuti (dia tidurnya sendiri)dia nggak mau,tapi tau tau kalau malem malem aku ngecek, dia udah mlungker dibawah selimut. KAdang kadang dia suka nglindur tengah malem, bilang,"So cold,so cold...."
Kadang yang nggak habis pikir, waktu kita lagi main salju *cieee..* di Perisher Blue Canberra, kita orangtuanya pada minum minuman anget, eh..dia minta ice cream. Perasaan selama sehari disana Izhhar seneng banget, nggak ada capeknya. Aku yakin kalau disuruh nginep sana pasti dia gumbira banget.
Suka banget minum minuman yang aku simpen dari kulkas, makanya aku males banget naro air putih di kulkas, palingan juice atau coke, sebenarnya buat kalau ada tamu, biar nggak usah repot repot bikinin minuman, tapi diembat juga, ama dia. Dia cuma mau nurut nggak minum es, kalau udah sakit, aku bener bener ancam buat berhenti minum es. Kalau lagi belanja, dia ama papanya bersekongkol, merayu membeli ice cream yang 2 literan, saudara saudara, kalau lagi summer nggak ada 4 hari, ludes.
Kadang kadang aku ngrasa propaganda papanya benar benar merasuk di dia. Suamiku tuh doyan banget yang namanya permen, coklat, ama Ice cream. Sedang aku jenis bukan orang yang ngefans, ama makanan itu. Makanya sejak Izhhar masih kecil selalu diarahkan ke makanan itu aja, biar ada temennya kali.
Dulu dia punya kebiasaan kaya papanya, makanin es batu, tapi terus aku kasih tahu, itu bisa bikin gigi jadi lemah, dan gampang sakit, dia nggak terlalu lagi.
Tapi tetep aja, dulu kalau pulang ke Salatiga, biar waktu mau tidur minta kipas angin, kalau udah tengah melem, minta selimut juga, "dingin , mama".
Subscribe to:
Posts (Atom)