Showing posts with label book. Show all posts
Showing posts with label book. Show all posts

Friday, April 3, 2009

Pilem Twilight


Kemarin beli DVD nya Twilight. Nonton berdua sama papa, nice.

Seperti biasa kalau sebuah novel dibuat dalam bentuk film, akan terasa kurang detail, but lumayanlah. Beberapa kali harus menjelaskan pada suamiku. Mungkin seharusnya aku tanya komen dan jalan ceritanya menurut suamiku dulu ya? jadi aku bisa mbandingin antara yang sudah membaca novelnya dan yang tidak, apa ada kesamaan visi dalam cerita *bok, penting banget apa*.

Memang harus diakui pemeran si Edward, cekcy *hi,hi,hi, kagak inget uda emak emak*.Tapi ada sedikit yang beda dengan yang ada dikepalaku, kenapa ya agak terasa kurang PD bila dibandingkan dengan Edward Cullen versi buku. Ada beberapa detail yang sedikit *sedikit* menyimpang, tapi it's ok lah.

But for all, I like that movie.
Alasannya? Penyegaran. Jadi inget akibatnya tadi malem *malu*.

Wednesday, April 1, 2009

Bukunya Jeng Stephanie a.k.a Twilight series


Aku dah denger tentang demam Twilight, udah lama. Dan secara itu buku Box office yang sudah bisa dipastiin menarik dan bagus, justru awalnya tidak membuat aku tertarik buat membacanya.

Sampai akhirnya baru sekitar 2 bulan yang lalu *basi banget kan* ,aku mau melirik ni buku. Dan anehnya semakin tidak terkendali. Habis dalam waktu sehari, besoknya bela belain ke book store lagi buat beli seri lanjutannya sekaligus New Moon dan Eclipse . Setelah itu berlanjut ke Breaking Dawn.

Harus aku akui gaya penulisan si Stephanie Meyer ini, sangat mengalir, enak diikuti, tidak banyak memakai istilah istilah biar kelihatan pinter, selain istilah istilah dunia vampire dan Werewolf.
Tentang kehidupan remaja, yang mungkin bagi sebagian orang yang sudah merasa dewasa, terkesan childish, tapi anehnya aku pribadi suka, dan aku yakin nggak cuma aku *secara best seller*. Dan walaupun itu tentang dunia mistis, dunia yang tidak sama seperti kita, tapi entah mengapa kita tidak akan merasa asing karenanya.

Kalau banyak yang bilang setelah baca novel ini jadi jatuh cinta sama Vampire, kayanya emang bener banget. Di buku itu digambarkan secara fisik mereka sangat sempurna *emang ada?* dibanding immortal people kaya kita. Kalau menurut saya kenapa harus digambarkan sangat sempurna, karena mereka bisa dikategorikan prodator manusia, yang pasti harus mempunyai daya tarik yang sangat kuat untuk mangsanya. Ingat tentang bagaimana serangga sangat suka sekali mendekati bunga bangkai. Bau yang harum, bagi mangsanya, sesuatu yang menarik bagi mangsanya.

Kalau secara isi, sudah pasti Twillight yang paling istimewa, karena itu yang membuat orang ingin melanjutkan membaca seri seri berikutnya. Dan seri yang paling menyedihkan atau menguras emosi *tapi anehnya menarik* adalah New Moon. Dan yang pasti disukai banyak orang adalah Happy Ending.

Dan seperti umumnya ABG yang baca buku remaja *ABG ya?* adalah bisa dipastikan jatuh cinta pada pemeran utamanya. Ya saya jatuh cinta pada Edward Collen, karena keobsesipannya pada cinta sejatinya Bella Swan. Dan sudah pasti dong kalau perempuan suka 'sedikit' sifat heroik yang dimiliki laki laki pujaannya, right?

Cintah Baca (Buku)

Did I say that my obsession is reading?

I love to read, so much. I can do anything while I'm reading, except driving.
Walaupun aku nggak suka julukan dari keluargaku ,kutu buku yang menurutku basi itu, tapi harus aku akui itu memang tidak salah.

Waktu aku kecil cita citaku adalah kerja di Gramedia (secara buku buku favoritku waktu kecil terbitan dese), sebagai apa saja, mulai dari SPGnya, atau yang paling indah adalah editor. Alasannya? supaya aku bisa baca gratis, sepuasnya, sebelum orang lain baca.
Uang jajanku hampir selalu aku tabung buat beli buku. Kayanya lebih puas. Kadang kadang aku nyewa. Sampai bapakku harus ngeluarin peraturan boleh baca buku buku favoritku kalau long holiday.
Saking anehnya, waktu kecil kalau udah nggak ada lagi yang tak baca, aku baca baca buku pelajarannya omku atau tanteku yang udah SMA, semakin ada gambarnya semakin seru *nerd*.

Dulu, sejak nggak kerja aku bisa menghabiskan uang Rp 300 000 cuma buat beli buku tanpa penyesalan, dalam satu kali belanja. Dan suamiku, cenderung cuek, udah tau. Nggak seperti kalau aku habis belanja yang lain. Kalau sekarang harga buku sudah naik, kayanya aku mesti lebih selektif, atau memilih menyewa kali, kalau memang ada. Atau mngkin di E-book????

Jadi kalau orang bisa mati gaya gara gara nggak ada handphone, aku bisa mati kebosanan kalau nggak ada buku.